Kukar, LACAK
Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang berujung kematian tragis terjadi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar). Seorang suami, Tasman (28), warga Jl Rahmat Badak 1 RT 14 Desa Gas Alam, Muara Badak menikam istrinya, Eva Sri Wahyuni (25) hingga tewas dengan tujuh luka tusukan.
Peristiwa ini terjadi tepat di depan kantor perusahaan PT Sucofindo, di Tanjung Limau, Rabu (1/7) sekitar pukul 21.30 Wita. Pelaku akhirnya dibekuk aparat dan saat ini menjalani penahanan di Polsek Muara Badak.
Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kukar AKP Arif Budiman, peristiwa pembunuhan ini terjadi ketika korban datang menemui suaminya di lokasi kejadian. Keduanya memang sudah menentukan lokasi pertemuan di depan kantor PT Sucofindo. “Pelaku menunggu istrinya di lokasi kejadian,” ujarnya.
Peristiwa pembunuhan ini memang dilatari persoalan rumah tangga antara pelaku dan korban yang sudah tak harmonis lagi. Bahkan, keduanya sedang dalam tahap proses perceraian. Hal ini karena pelaku yang ringan tangan. “Pelaku sering memukuli istrinya. Bahkan, kasus pemukulan itu sudah pernah dilaporkan ke Polsek tapi akhirnya damai. Tapi, setelah orangtua istri pulang, dia masih mengulang perilakunya ,” ujar sumber media ini di Desa Tanjung Limau.
Di malam naas itu, korban datang menemui pelaku dan membawakan uang sejumlah Rp300 ribu. Uang sejumlah itu rencananya dipakai untuk ongkos mengurus perceraian di Pengadilan Agama (PA) Tenggarong. Saat bertemu, keduanya sempat terlibat pertengkaran. “Mungkin karena sudah tidak bisa mengendalikan emosi, pelaku menikam korban sampai tewas. Ada tujuh luka tusukan di tubuh korban,” ujar Arif lagi.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti berupa sebilah badik yang digunakan menikam korban. Sumber media ini di Tanjung Limau menyebutkan, perseteruan antara pelaku dan korban juga terkait harta gono-gini. Pelaku, yang juga karyawan CV Radian Utama sebuah perusahaan sub kontraktor di Muara Badak ini menuntut pembagian dalam jumlah yang sama.
Namun, ia sebenarnya tidak mau menceraikan istrinya dan selalu ingin rujuk. “Istrinya sudah tidak mau lagi karena sudah tidak tahan dengan perilaku suami yang ringan tangan,” ujar sumber yang enggan dikorankan namanya ini. Keduanya juga sudah dikarunia dua orang anak. Yang pertama duduk di kelas 2 sekolah dasar (SD) sementara yang bungsu masih berusia 2 tahun.
Sumber : Awang Faisal
Browse » Home » » Suami Hujani Istri 7 Tikaman

0 komentar:
Posting Komentar