kukar,LACAK »» read more
Warga Desa Bekotok, Kelurahan Loa Ipuh resah akibat pencemaran air di Sungai Tenggarong khususnya di wilayah Desa mereka. Secara kasat mata, air sudah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Air berubah menjadi kecoklatan bercampur lumpur yang pekat selain itu juga menimbulkan bau yang kurang sedap.
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kutai Kartanegara (Kukar) telah menurunkan tim verifikasi untuk mengambil sampel air dan melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui penyebab terjadinya pencemaran tersebut.
Aisyah selaku Sekretaris Tim Verifikasi Pos Pengaduan Penyelsaian Sengketa Lingkungan BLH Kukar, mengungkapkan ”kami telah menerima pengaduan dari warga Desa Binsamar, Kelurahan Loa Ipuh Darat dan kami juga sudah turunkan tim begitu menerima laporan dari masyarakat, sekarang kami sedang menunggu hasil pemeriksaan sampel air di laboratorium di Samarinda.”
Kesimpulan sementara, ada indikasi pencemaran air diakibatkan aktivitas perusahaan pertambangan PT Tanito di Kelurahan Loa Ipuh Darat yang mengalir dari Sungai Saka Kanan ke Sungai Tenggarong.
Menurut data yang dimiliki oleh BLH, di Loa Ipuh Darat itu banyak juga perusahaan tambang lainnya jadi bukan hanya PT Tanito jadi apakah memang benar disebabkan oleh aktivitas perusahaan tersebut, atau bukan?
PDAM Tirta Mahakam melakukan penelitian terhadap air baku di Sungai Tenggarong hasilnya air mengalami tingkat kekeruhan sangat tajam, dengan penurunan kandungan oksigen, dan tingkat stadart kekeruhan maksimal seharusnya 100-200 NTU menjadi kisaran antara 600-800 NTU.
Hal ini tidak bisa berlarut larut apalagi dibiarkan karena akan mengakibatkan dampak negatif bagi masyarakat setempat bahkan pengkonsumsi air Sungai Tenggarong.
